Pendudukan Jepang di Indonesia (IPS)

1) Latar belakang Pendudukan Jepang
Latar belakang pendudukan Jepang di Indonesia tidak terlepas dari adanya mencari keuntungan mencari sumber daya. Hal ini masih berkaitan dengan adanya Perang Dunia II. Jadi, dalam Perang Dunia 2, Jepang turut andil untuk memperluas wilayahnya, salah satunya Indonesia.
2) Tindakan Jepang di Indonesia selama pandudukan 
Jepang menerapkan kebijakan romusha, yaitu kerja paksa bagi rakyat Indonesia untuk membangun proyek-proyek militer dan infrastruktur bagi Jepang. Romusha dilakukan tanpa memperhatikan hak-hak asasi manusia dan kesejahteraan rakyat. Banyak romusha yang meninggal karena penyakit, kelaparan, kelelahan, atau kekerasan

a. Pembentukan organisasi sosial
Jepang membentuk sejumlah organisasi sosial kemasyarakatan yang punya tugas berbeda-beda. Ada enam organisasi yang cukup besar anggotanya kala itu. Organisasi sosial kemasyarakat bentukan Jepang di antaranya:

Gerakan Tiga A
Putera
Fujinkai
Jawa Hokokai
MIAI
Masyumi
Di masa penjajahan Hindia Belanda, organisasi sosial diprakarsai para tokoh pergerakan nasional. Namun di era pendudukan Jepang, organisasi dibentuk serta dikendalikan Jepang.

Kendati demikian, para tokoh pergerakan seperti Soekarno dan Mohammad Hatta mau bekerja sama dengan Jepang. Mereka yakin sikap kooperatif adalah langkah terbaik ketika perang.
-Gerakan Tiga A
Dikutip dari Masa Pendudukan Jepang (2018), Gerakan Tiga A (3A) punya tiga semboyan yakni:

Nippon Pelindung Asia
Nippon Pemimpin Asia
Nippon Cahaya Asia
Gerakan Tiga A didirikan pada tanggal 29 April 1942, tepat dengan Hari Nasional Jepang yakni kelahiran (Tencosetsu) Kaisar Hirohito.

Gerakan ini dipelopori oleh Kepala Departemen Propaganda (Sendenbu) Jepang, Hitoshi Shimizu. Hitoshi Shimizu menunjuk tokoh pergerakan nasional, Mr Syamsudin (Raden Sjamsoeddin) sebagai Ketua.

Gerakan ini meliputi berbagai bidang pendidikan. Bidang pendidikan dapat memenuhi sasaran untuk menampung pemuda-pemuda dalam jumlah besar.

-Putera
Sebagai ganti Gerakan Tiga A yang dibubarkan karena tidak efektif, Jepang memprakarsai Pusat Tenaga Rakyat atau Putera. Putera dipimpin oleh tokoh nasional yang kerap dijuluki Empat Serangkai.

Empat Serangkai terdiri dari Soekarno, Moh Hatta, KH Mas Mansyur, dan Ki Hajar Dewantara.

Dengan restu Jepang, Putera pun didirikan pada 16 April 1943. Tujuan Putera adalah membangun dan menghidupkan kembali hal-hal yang dihancurkan Belanda.Menurut Jepang, Putera bertugas untuk memusatkan segala potensi rakyat guna membantu Jepang dalam perang

Selain tugas propaganda, Putera juga bertugas memperbaiki bidang sosial ekonomi

-Fujinkai awalnya bagian wanita dari Putera. Setelah Putera dibubarkan, Jepang mempertahankan bagian wanitanya. Bagian wanita itu dibuat organisasi sendiri pada Agustus 1943 bernama Fujinkai. Selain beranggotakan para ibu, Fujinkai juga punya Bagian Pemudi yang bernama Josi Saimentai. Anggotanya para gadis yang berusia di atas 15 tahun .
Fujinkai bertugas meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Anggotanya menggelar kegitan pendidikan dan kursus-kursus.Anggota Fujinkai dilatih membuat dapur umum dan pertolongan pertama. Mereka juga melakukan kinrohoshi atau kerja bakti (wajib kerja tanpa upah)

-Jawa Hokokai Pada 1944, Jepang mulai terhimpit dalam perang melawan negara-negara Barat. Sebagai pengganti Gerakan Tiga A dan Putera, Jepang membentuk Jawa Hokokai.Dari Masa Pendudukan Jepang di Indonesia (2019) dijelaskan bahwa Jawa Hokokai atau Himpunan Kebaktian Jawa pada 8 Januari 1944. Jawa Hokokai dibentuk untuk menumbuhkan persatuan dan semangat rakyat. Untuk menghadapi perang Jepang, rakyat diharapkan memberi darma baktinya. Kebaktian yang dimaksud berupa:Mengorbankan diri ,Mempertebal persaudaraan ,Melaksanakan suatu tindakan dengan bukti. Berbeda dengan Putera yang digerakkan oleh tokoh pergerakan nasional, Jawa Hokokai benar-benar organisasi resmi pemerintah. Pimpinan pusat, Gunseikan, dipegang oleh orang Jepang. Pimpinan daerah dari daerah syu (dipimpin syukocan), desa (ku dipimpin kuco), hingga tingkat rukun tetangga (gumi), dipegang orang Jepang. Soekarno dan Hasyim Asy'ari hanya berperan sebagai penasihat. Program-program Jawa Hokokai yakni: Melaksanakan segala tindakan dengan nyata dan ikhlas demi pemerintah Jepang Memimpin rakyat untuk mengembangkan tenaganya berdasarkan semangat persaudaraan Memperkokoh pembelaan tanah air Jawa Hokokai terdiri dari hokokai (himpunan kebaktian) sesuai dengan bidang profesi. Ada Kyoiku Hokokai (kebaktian para pendidik guru-guru) dan Izi Hokokai (wadah kebaktian para dokter).Ada juga anggota istimewa Keimin Bunka Shidosho (Pusat Kebudayaan) dan Fujinkai. 

-MIAI Jepang menghidupkan kembali MIAI, federasi ormas Islam yang didirikan oleh KH Mas Mansyur dan rekan-rekannya pada 1937 di Surabaya. Pada Mei 1942, Kolonel Horie, pemimpin Bagian Pengajaran dan Agama yang dibentuk oleh Jepang mengadakan pertemuan dengan sejumlah pemuka agama Islam dari seluruh Jawa Timur di Surabaya.Horie ingin berkenalan dengan para pemuka agama Islam. Ia hendak meminta umat Islam tidak melakukan kegiatan politik.MIAI bertujuan agar ormas-ormas Islam yang bernaung di bawahnya bisa memobilisasi umat untuk keperluan perang. Jepang pun mengaktifkan kembali MIAI pada 4 September 1942. Markasnya di Surabaya dipindah ke Jakarta. MIAI bertugas untuk:Menempatkan umat Islam pada kedudukan yang layak dalam masyarakat Indonesia. Mengharmoniskan Islam dengan tuntutan perkembangan zaman. Ikut membantu Jepang dalam Perang Asia Timur Raya.MIAI akhirnya dibubarkan pada November 1943 dan diganti dengan Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi).


-Masyumi didirikan pada November 1943. Ketua Pengurus Besarnya KH Hasyim Asy'ari. Wakilnya dari Muhammadiyah antara lain KH Mas Mansyur, KH Farid Ma’ruf, KH Mukti, KH Wahid Hasyim, dan Kartosudarmo. Sementara Wakil Masyumi dari Nahdatul Ulama yakni KH Nachrowi, Zainul Arifin, dan KH Muchtar. Masyumi berkembang dengan cepat karena di setiap karesidenan ada cabangnya. Tugas Masyumi di antaranya meningkatkan hasil bumi dan mengumpulkan dana.

b. Pembentukan organisasi militer
Organisasi militer adalah penataan angkatan bersenjata dari suatu negara sehingga dapat mengajukan kemampuan militernya sebagai kebijakan pertahanan nasional yang diperlukan.Pembentukan Peta dan pelatihan militer merupakan cita-cita bangsa Indonesia untuk membela tanah air dan mempercepat kemerdekaan. Sedangkan, Tujuan Jepang membentuk Tentara Peta semula untuk menambah kekuatan militer Jepang jika sekutu mendarat di Indonesia. Angkatan militer yang di bentuk Jepang terdiri atas :
Heiho
Peta
Jawa Hokokai
Seinendan
Giyugun
Jibakutai
Tokubetsu Kaisatsu Tai

c. Eksploitasi Sumber daya alam
Eksploitasi sumber daya alam yang dilakukan Jepang yakni dengan mengeksploitasi padi serta minyak secara habis-habisan di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Eksploitasi terhadap sumber daya manusia dilakukan melalui romusha.Jepang mengeksploitasi alam Indonesia dengan cara memaksa petani menyerahkan hasil panennya dan mengangkut hasil tambang negeri ini ke negaranya. Selain melakukan eksploitasi terhadap alam, Jepang juga mengeksploitasi tenaga kerja Indonesia.Eksploitasi tersebut bertujuan untuk membantu Jepang di Perang Dunia II. bentuk eksploitasi Jepang terhadap sumber daya manusia Indonesia terlihat dengan adanya Romusha, Heiho, PETA, dan pembentukan organisasi-organisasi semimiliter Jepang. Eksploitasi tersebut bertujuan untuk membantu Jepang di Perang Dunia II.Hal ini guna membiayai Perang Pasifik, Jepang mengerahkan semua tenaga kerja dari Indonesia. Mereka dikerahkan untuk membuat benteng-benteng pertahanan. Awalnya tenaga kerja dikerahkan dari Pulau Jawa yang padat penduduknya.Tujuan Jepang menguasai sumber daya alam Indonesia adalah mendukung potensi perang dan industri negaranya. Tujuan tersebut tidak hanya menjadi angan semata sebab Jepang benar-benar melancarkan aksinya untuk menguasai sumber daya alam Indonesia. Jepang bahkan mengangkut hasil tambang Indonesia ke negaranya.Jepang juga melakukan eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam Indonesia, seperti minyak bumi, karet, timah, tembaga, emas, dan lain-lain. Selain itu, Jepang juga memaksa rakyat Indonesia untuk menanam tanaman ekonomi yang dibutuhkan oleh Jepang, seperti jarak pagar dan kapas.  

Pendudukan Jepang 


                            ❤THANK YOU❤
















    
    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Volume Tabung