IPS(Istana Peninggalan Islam di Indonesia)

            Istana peninggalan islam diIndonesia 
                   Istana Kesultanan Ternate

Keraton Kesultanan Ternate adalah istana kediaman Sultan Ternate bergaya bangunan Abad 19, berlantai dua, menghadap ke arah laut dikelilingi perbentengan, terletak satu kompleks dengan Sigi Lamo. Di halaman samping kanan depan terdapat pintu gerbang yang disebut Ngara Upas.Kesultanan besar lainnya yang juga berkuasa di wilayah Maluku adalah Kesultanan Ternate. Nama Ternate sendiri tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga banyak orang, namun memang masih banyak yang belum memahami lebih dalam mengenal riwayat dan peninggalannya sebagai salah satu kesultanan tertua di Indonesia.

Peninggalan dari kerajaan tersebut yang kini masih berdiri adalah istana kerajaannya yang bernama Kedaton Ternate. Lokasinya ada di Salero, Kecamatan Ternate Utara.

Pembangunan kedaton ini dimulai pada tahun 1813 oleh Sultan Muhammad Ali. Sama seperti kedaton dari Kesultanan Tidore sebelumnya, Kedaton Ternate ini juga memiliki pemandangan ke laut lepas.

Selain itu, posisi kedaton ini membelakangi Gunung Gamalama membuatnya memiliki pemandangan yang menakjubkan. Siluet bangunan ini seakan menggambarkan singa yang sedang duduk

Kini, Kedaton Ternate masih digunakan sebagai tempat tinggal dari keluarga keturunan dari Kesultanan Ternate. Selain itu tempat ini juga berfungsi sebagai museum yang menyimpan peninggalan kesultanan tersebut.
Imperium Nusantara timur yang dipimpin Ternate memang telah runtuh sejak pertengahan abad ke-17 namun pengaruh Ternate sebagai kerajaan dengan sejarah yang panjang masih terus terasa hingga berabad kemudian.
Kesultanan Ternate atau juga dikenal dengan Kerajaan Gapi adalah salah satu dari 4 kerajaan Islam di Kepulauan Maluku dan merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara. Didirikan oleh Baab Mashur Malamo pada tahun 1257. Kesultanan Ternate memiliki peran penting di kawasan timur nusantara antara abad ke-13 hingga abad ke-19. Kesultanan Ternate menikmati kegemilangan di paruh abad ke-16 berkat perdagangan rempah-rempah dan kekuatan militernya. Pada masa jaya kekuasaannya membentang mencakup wilayah Maluku, Sulawesi bagian utara, timur dan tengah, bagian selatan kepulauan Filipina hingga sejauh Kepulauan Marshall di Pasifik.

Pada abad ke-13 di Maluku sudah berdiri Kerajaan Ternate. Ibu kota Kerajaan Ternate terletak di Sampalu (Pulau Ternate). Selain Kerajaan Ternate, di Maluku juga telah berdiri kerajaan lain, seperti Jaelolo, Tidore, Bacan, dan Obi. Di antara kerajaan di Maluku, Kerajaan Ternate yang paling maju.Sultan Baabullah dijuluki penguasa 72 pulau yang semuanya berpenghuni hingga menjadikan Kesultanan Ternate sebagai kerajaan Islam terbesar di Indonesia timur, di samping Aceh dan Demak yang menguasai wilayah barat dan tengah Nusantara kala itu.
Sedangkan keluarga kerajaan baru secara resmi memeluk Islam pada masa pemerintahan Kolano Marhum (1432–1486 M). Hikayat Ternate menyebutkan bahwa ketika Kolano Marhum berkuasa, datang seorang alim dari Jawa bernama Maulana Husein yang mengajarkan membaca Al-Qur'an dan menulis huruf Arab.
Raja Kesultanan Ternate yang terkenal
Sultan Zainal Abidin (1486-1500)
Zainal Abidin adalah raja Ternate pertama yang menggunakan gelar sultan.

Sultan yang mendapat julukan Sultan Bualawa atau Sultan Cengkih ini pernah mendalami Islam secara langsung kepada Sunan Giri di Jawa.

Beberapa langkah besar yang dilakukan oleh Sultan Zainal Abidin selama mempimpin Kerajaan Ternate adalah sebagai berikut.

Meninggalkan gelar Kolano yang digunakan pendahulunya
Islam diakui sebagai agama resmi kerajaan
Memberlakukan Syariat Islam
Membentuk lembaga kerajaan sesuai hukum Islam dengan melibatkan para ulama
Mendirikan madrasah Islam pertama di Ternate
Sikap dan arahan Sultan Zainal Abidin ini kemudian diikuti secara total oleh kerajaan-kerajaan lain di Maluku.

Sultan Bayanullah (1500 - 1522)
Sultan Bayanullah adalah putra pertama Sultan Zainal Abidin yang turut membuat Kerajaan Ternate semakin berkembang.

Pada masa pemerintahannya, terjadi kemajuan teknik pembuatan perahu dan senjata untuk memperkuat pasukan Ternate.

Pada periode ini pula datang orang Eropa pertama di Maluku, Ludovico Varthema (Lodewijk de Bartomo).
Penyebaran agama Islam pada Kesultanan Ternate ditandai dengan banyaknya pedagang Arab yang datang ke wilayah tersebut untuk berdagang atau bermukim. Selain itu, melalui perdagangan, penyebaran Islam juga dilewatkan lewat jalur dakwah.


Sumber:https://www.goodnewsfromindonesia.id/2022/12/13/mengenal-istana-peninggalan-kesultanan-ternate
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Keraton_Kesultanan_Ternate

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Volume Tabung